Tuesday, 5 March 2013

Adakah Yang Salah Dengan Cara Berfikir Mereka

Orang yang paling mengerti dengan kesehatan "Dokter", mengatakan bahwa Rokok tidak baik untuk kesehatan, bahkan "Dokter Perokok" pun dengan jujur dan ikhlas juga mengatakan bahwa Rokok tidak baik untuk kesehatan, tetapi mengapa mereka masih tetap merokok? "Adakah Yang Salah Dengan Cara Berfikir Mereka?"
Dalam setiap kemasan rokok tertulis, "Merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi, dan gangguan kehamilan, dan janin" Anak kecil yang baru bisa membaca pun bisa menjelaskan maksud tulisan tersebut, tetapi  kalangan cerdik pandaipun masih juga merokok, lantas "Adakah Yang Salah Dengan Cara Berfikir Mereka?" ataukah anak kecil yang baru biasa baca salah memahaminya?
Mari kita renungkan apakah KEINGINANKAH atau KEBUTUHAN, ataukah NAFSU atau NURANI?

English Listening Practice

Link of English Practice , if you need it you can take it freely
English Listening practice

Guru yang terbaik adalah "Bapak Perokok"


Seorang Bapak perokok dapat mengajarkan kebiasaannya pada anak kesayangannya dengan efektif. Tidak dengan teori yang muluk-muluk tetapi langsung praktik, sehingga anak tidak verbalisme. Bapak perokok selalu mengajarkan anaknya untuk menjadi perokok. Dengan sabar dia kenalkan sejak anak dalam kandungan. Dia sudah kenalkan asap rokok di dekat istrinya yang sedang hamil. Sejak buah hatinya lahir Ia sudah perlihatkan merokok dengan berbagai gaya. Buah hatinya melihat ayahnya merokok puluhan kali dalam sehari, ratusan kali dalam seminggu dan ribuan kali dalam setahun. Sehingga jika dengan cara itu kok buah hatinya masih tidak merokok berarti "Bapak Peokok" telah gagal mendidik anaknya mengikuti jejaknya.

Bagaimana jika hal tersebut diimplementasikan pada kegiatan lain yang lebih bermanfaat???